TIDAK PERLU DRAMATISIR ADEGAN DALAM SINETRON DAN FILM

Posted by HIPGABI DKI Ibnu Hajar Jumat, 11 Maret 2011, under | 3 komentar
Pernahkah anda nonton film,sinetron baik dari dalam maupun luar negeri? Atau pernahkah anda berpikir bahwa yang disajikan dalam sebuah film atau sinetron itu akan mempengaruhi kita dalam bertindak dalam kehidupan sehari – sehari.
Tulisan ini berawal dari sebuah sinetron dan beberapa film yang saya tonton. Ada beberapa adegan dalam tayangan tersebut yang menurut saya adalah pembodohan dalam arti sesuatu yang salah dipertontonkan kepada khalayak ramai. Seperti contohnya ; dalam adegan ada pasien berdarah – darah namun dokter dan perawat dalam adegan tersebut menahan balutan daerah yang berdarah tanpa sarung tangan’handscoen'. Mungkin untuk kalangan kesehatan yang menonton akan berpikir ini adalah sebuah pembodohan, bagaimana dengan orang awan yang kurang mengerti kesehatan???. Tentunya tayangan tersebut akan menjadi contoh’role model’ bagi mereka dikala ada kejadian disekitar mereka. Apa yang terjadi ??? pernahkah terpikir oleh kita bahwa ada beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh karena kita terpapar oleh darah korban. Tahukah anda bahwa angka HIV AIDS, HEPATITIS C,dll semakin meningkat dari hari kehari. Pernahkah terpikir oleh para sutradara,penulis script cerita, para produser bahwa tontonan yang mereka buat akan dicontoh oleh para pemirsanya. Mereka orang awam tidak tahu mana adegan yang salah dan mana yang benar. Jadi…..mereka hanya melakukan apa yang mereka lihat dan mereka hanya mempraktekan tentang apa yang mereka lihat. Berdosakah para pembuat film tersebut???
Satu contoh lagi ; ketika ada adegan DC Shock, pasien yang di shock akan bergetar seperti tersetrum kaget karena refleks pada umumnya, padahal kenyataannya tidak begitu ?? apakah ini bukan pembodohan namanya???walau degan alasan dramatisasi apakah perlu sebegitunya???.
Coba anda perhatikan bila sedang menonton sinetron atau film!! Adakah keganjilan disana??. Memang ada dalam suatu acara di TV swasta yang mengangkat tentang keganjilan – keganjilan dalam film, tapi bukan pada adegan dan isi pesan dari adegannya.
Film sekarang ini banyak di buat oleh kalangan yang tidak kompeten sehingga hasilnya juga kurang kompeten ujar Dedi Mizwar seorang aktor kawakan (dalam sebuah acara di stasiun TV swasta)
Dari paparan diatas saya menyarankan kepada para pembuat film agar berkonsultasi terlebih dahulu kepada orang yang mengerti tentang sesuatu yang akan di filmkan. Bisa dengan cara study literatur atau dengan cara observasi langsung.

One Response to "TIDAK PERLU DRAMATISIR ADEGAN DALAM SINETRON DAN FILM"

  1. Anonim
    Says:

    setuju bgt bro, lah wong mereka ga punya konsultan adegan kesehatan, yang penting hasil akhir rating tinggi namun kualitas kebenaran anjlok

  1. nursenapza Says:

    terima kasih komennya!!sebenarnya konsultan itu ada, namun terkadang mereka hanya berpikir bahwa yang mereka buat adalah benar. begitupun dengan para artisnya tidak memberikan masukan, mereka hanya memerankan sesuai script walaupun salah. saya berharap bahwa tontonan bukan suatu alat pembodohan.

  1. Obat Herbal Darah Tinggi Says:

    Terimaksih banyak atas informaisnya

terima kasih atas komentarnya, mohon maaf bila belum membalas komentarnya